Seminggu setelah selesai USIP
Gw jd keinget sama Blog gila gak jelas gw ini. Udah lama nggak tersentuh. Mumpung nganggur, gw jadi kepingin nulis lagi ni. Sekalian refreshing ngelupain kelelahan UTS… (sok2an, kayak belajar aja lo..)
Lagi nggak punya ide buat nulis apaan, gw buka2 folder foto. Gw liat2 foto lama. Eh, keinget sama foto2 SMA gw. Dimana ya… (#playing: Rocket Rockers – Reuni)
Gw senyum2 sendiri. Jadi keinget masa-masa 3 taun, yang kalo
kata orang2 itu masa2 terindah waktu
remaja. Apa iya ya?
Gw bukannya mau banding-bandingin profesi yang ada. Gw cuma ngasih info, kalo judul diatas itu bener :D. Mau tau kenapa gw nyimpulin ini? baca sendiri ya. Terus tarik kesimpulan sendiri. Jangan nyotek!
Pertama: Gaya Hidup
Aman
Kalian tahu K3?
Ya, Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Semua calon Engineer pasti belajar masalah
ini. Di dunia industri, sistem K3 merupakan bagian terpenting dari sebuah
industri. Dengan adanya sistem ini, membuat para pekerja merasa aman, dan
berdampak baik terhadap kinerja perusahaan secara umum.
Inget teori relativitas Einstein?
Kalo kata mbah Einstein, yang sebenernya bukan mbah gw, gerak
itu sifatnya relatif. Sebagai contoh ni, kalo kita naik kereta. Orang yang ada
diluar kereta ngeliat kita yang naik kereta jalan bareng sama keretanya. Tapi kalo
menurut kita yang naik, kereta itu nggak bergerak, tapi orang-orang yang ada
diluar yang bergerak menjauh dari kita.
Atau bandingin dengan misalnya kereta bergerak dengan
kecepatan 8 km per jam. Terus kita yang ada di dalem gerbong bergerak ke arah berlawanan
dari arah kereta dengan kecepatan 8 km juga (mungkin kita harus lari di dalem
gerbong). Kita mungkin ngerasa kalo kita lagi bergerak, yaitu ke lari ke
belakang gerbong. Tapi mungkin menurut orang yang ngeliat kita dari luar, kita
nggak bergerak sama sekali, karena memang kalo diliat dari koordinat bumi,
posisi kita tetep.
Aku
terbangun, angin malam yang dingin membeku dan kegelapan yang pekat telah
membuatku terbuai dalam kesemuan
Ya,
dunia yang terlalu semu yang bahkan buat kita tak sadar bahwa kita telah
dilupakan
Aku
melangkah dengan gontai, melewati pintu kamar yang bergerak terhembus angin
malam, menuju dapur
Segelas
air segar membasahi tenggorokan, semakin menyadarkanku ke alam nyata.
Aku
terdiam di atas kasur,
Menerawang
ke langit2 kamar.
Langganan:
Postingan (Atom)





- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact