Sore itu udara di kota jogja cukup
lembab. Gerimis yang turun sejak siang meninggalkan genangan2 air di pekarangan
asrama. Kami ber 7 sibuk dengan carrier masing2, memasukkan barang2 yang akan
kami bawa ke dalam tas khusus pendakian itu. Carrier2 itu berbentuk memanjang
ke atas, dengan frame aluminium yang berfungsi untuk menjaga postur tubuh agar
tetap tegak.
Carrier yang gw pakai berukuran
sekitar 45 liter, dengan warna biru-putih yang cukup mencolok. Gw mulai
menyusun isi carrier dengan memasukkan matras dan mengaturnya menjadi lapisan
bagian dalam. Dengan begitu, carrier akan lebih berbentuk dan berdiri tanpa
harus dipegang. ya, gw gak mau repot menahan tas besar itu setiap istirahat.
Selasa, 07 Mei 2013
reflection,
Renungan
0
komentar
Cara Kami Memperlakukan dan Melihat Perempuan Kami
Seorang Lelaki inggris bertanya: "Kenapa dalam Islam wanita tidak boleh jabat tangan dengan pria?"
Syaikh menjawab: "Bisakah kamu berjabat tangan dengan Ratu Elizabeth?"
Lelaki inggris menjawab: "oh tentu tidak bisa! cuma orang-orang tertentu saja yg bisa berjabat tangan dengan Ratu."
Syaikh menjawab: "Bisakah kamu berjabat tangan dengan Ratu Elizabeth?"
Lelaki inggris menjawab: "oh tentu tidak bisa! cuma orang-orang tertentu saja yg bisa berjabat tangan dengan Ratu."
Jum’at, 15
maret 2013
Jalur
menuju base camp Lawu udah kita tentuin. Pertama, naik kereta Pramex (Prambanan
Express) dari stasiun tugu, Jogja ke stasiun Balapan, Solo. Dari solo, kita
naik bis sampe ke terminal tawangmangu. Dari terminal tawangmangu, kita naik
angkot sampe ke Base camp. Oke, rencana siap
Kita
berangkat dari Sekretariat PALASUGA (read: kosan Agung) sekitar jam 6.30 sore.
Padahal kita rencananya bakal naik kereta jam 7, soalnya itu jadwal Pramex
terakhir. Hasilnya, naek motor udah kayak dikejer polisi mau ditilang.
Langganan:
Postingan (Atom)



- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact