Senin, 24 Desember 2012
Gw mengunjungi sebuah keluarga besar dari Jawa Timur. Kali ini, gw mengunjungi si anak bungsu dari keluarga Tengger, Bromo....
Minggu, 30 Desember 2012
Gunung Bromo,
Indonesia,
journey,
tracking
1 komentar
Si Bungsu dari Keluarga Tengger
Minggu, 11-11-12
Gw bangun sekitar jam 5. Suasana udah terang banget. Gw langsung siap2 sholat subuh.
Abis tayamum, gw langsung gelar mantel si Iyus di samping tenda buat sajadah.
Tersiksa banget, sama dinginnya pagi..
“ngga, buka sepatu lo” kata iyus
“nggak mau, dingin banget. Lo aja, yg jadi imam” gw jawab
“udah, buka bentar, cuma dua rokaat. Bentar kok”
Akhirnya gw lepas sepatu. Sholat.
Abis salam, sholat selesai, nggak butuh komando langsung pada bubar semua
Buru-buru pake sepatu….
Sabtu,
10-11-12
Kita ber 6
berangkat dari kos temen gw jam 5 sore. Sampe di base camp Merbabu di daerah
Selo sekitar jam 7. Di sini selain nitip motor, kita juga sholat isya’ , makan
malem (mi rebus 3 buat direbutin 6 orang), sekaligus packing terakhir sebelum
naek.
Dua
carrier, 4 daypack, semua siap. Malem itu ternyata lagi banyak orang yang juga
mau naek. Kalo nggak salah ada sekitar 5-6 kelompok. Beberapa ada yang kelompok
gede, sekitar 15 orang lebih. Maklum, akhir pekan.
Instruktur senam juga ikut
"Nina bobo, oh Nina bobo. Kalo tidak bobo digigit nyamuk.."
Lagu yang nggak asing buat kita. Gw yakin waktu kecil kalian hampir selalu dinyanyiin lagu ini sama orang tua kalian. Buat yang nggak pernah dinyanyiin, gw turut prihatin...
Tapi, kalian tau nggak dari mana asal usul lagu ini? ternyata asal usulnya nggak terlalu keren, bahkan cenderung serem. Nggak tau juga si, cerita yang gw tulis ini bener apa nggak. Tapi silahkan simak..
Langganan:
Postingan (Atom)



- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact